Wednesday, October 25, 2017

Lagi Warga WNI Tewas di Negri Sebrang

BANDARQ

Lagi Warga WNI Tewas di Negri Sebrang 


Ilustrasi kecelakaan bus

BANDARQ   -  Sebanyak tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia setelah bus yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan di kilometer 47,Lebuh Utara Selatan,Pulau Penang, Mlaysia. Kenderaan yang mengangkut mereka terlibat kecelakaan dengan bus lain pada Selasa (24/10) kemarin.

Direktur perlindungan WNI Kementrian Luar Negri, Lalu Muhamad Iqbal, lewat keterangan pers mengatakan kecelakaan melibatkan bus karyawan Sony dan bus karyawan pabrik Plexus pada pukul 06.35 waktu setempat.

Mayoritas karyawan yang menumpangi bus tersebut adalah karyawati dari Indonesia dan Nepal, hingga pada sore hari (24/10) diperoleh laporan adanya delapan orang yang meninggal, satu Warga Malaysia, tujuh WNI, serta 26 luka-luka,"kata Iqbal. Demikian dikutip dari antara, Rabu (25/10).

Setelah mendengar kabar kecelakaan tersebut, Satgas Perlindungan WNI KJRI Penang langsung mencari informasi tentang kondisi korban yang tersebar di ruma sakit terdekat, yaitu RS Seberang Jaya, RS Sungai Bakap, dan RS Bukit Martajam.Tujuh WNI yang meninggal saat ini di kumpulkan di RS Seberang Jaya.

Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Penang, Neni Kurniati mengatakan setelah mengetahui identitas korban meninggal KJRI Penang langsung menghubungi keluarga dan kerabat korban yang ada di Malaysia untuk melakukan identifikasi visual.

Tujuh WNI tersebut berasal dari Sumatra Utara (3), Aceh (2), Jawa Tengah (1), Jawa Timur (1).

Belum dapat dipastikan kapan dan dimana jenazah akan dimakamkan karena masih menunggu visum dan permintaan keluarga.

Sementara itu WNI yang megalami luka-luka masi mendapatkan perawatan di ruma sakit setempat.

BANDARQ   -  Ditambahkan Pejabat Fungsi Konsuler 111 KAJRI Penang Niki, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lengkap soal insiden tersebut karena masih menunggu laporan resmi dari kepolisian.

Tujuh orang WNI terkonfirmasi meninggal dunia. Kami masih menunggu jenazah dirilis polisi untuk  diurus kepulangannya di Indonesia,"kata Niki.

No comments:

Post a Comment